Karang Gigi Nggak Cuma Bisa Bikin Bau Mulut, Ini Dampak Serius yang Sering Diabaikan
- armand budiarto
- Dec 24, 2025
- 2 min read
Karang gigi sering dianggap masalah kecil karena tidak selalu menimbulkan rasa sakit. Banyak orang baru menyadarinya ketika gusi mulai berdarah atau bau mulut sulit hilang. Padahal, karang gigi yang dibiarkan terlalu lama bisa berdampak serius pada kesehatan mulut dan gigi. Yuk, pahami dampaknya agar kamu tidak menunda perawatan yang seharusnya.

Apa Itu Karang Gigi?
Karang gigi terbentuk dari plak yang menumpuk dan mengeras akibat sisa makanan serta bakteri. Plak yang tidak dibersihkan dengan baik akan bercampur dengan mineral dari air liur dan berubah menjadi karang gigi. Karang gigi bisa muncul di permukaan gigi maupun di bawah garis gusi, dan semakin lama akan semakin sulit dibersihkan.
Dampak Karang Gigi bagi Kesehatan Mulut
Bau Mulut yang Sulit Dihilangkan
Salah satu dampak paling umum dari karang gigi adalah bau mulut. Karang gigi menjadi tempat berkembangnya bakteri yang menghasilkan bau tidak sedap. Inilah alasan kenapa bau mulut bisa tetap muncul meskipun sudah rajin menyikat gigi.
Gusi Mudah Berdarah dan Bengkak
Karang gigi yang menumpuk di sekitar gusi dapat memicu iritasi dan peradangan. Gusi menjadi lebih sensitif, mudah berdarah saat menyikat gigi, dan terlihat kemerahan atau bengkak.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, peradangan bisa semakin parah.
Risiko Penyakit Gusi
Karang gigi yang berada di bawah gusi berisiko menyebabkan penyakit gusi. Infeksi ini bisa merusak jaringan penyangga gigi secara perlahan. Pada tahap lanjut, gusi bisa menyusut dan menciptakan celah yang semakin mudah menjadi tempat penumpukan bakteri.
Gigi Goyang dan Berisiko Tanggal
Dampak lanjutan dari penyakit gusi akibat karang gigi adalah kerusakan tulang penyangga gigi. Akibatnya, gigi menjadi goyang dan berisiko tanggal meskipun tidak berlubang. Banyak kasus kehilangan gigi berawal dari karang gigi yang tidak pernah dibersihkan.
Penampilan Gigi Menjadi Kurang Menarik
Karang gigi biasanya berwarna kuning kecokelatan dan mudah terlihat, terutama di area depan gigi. Selain membuat senyum tampak kusam, kondisi ini juga dapat menurunkan rasa percaya diri saat berbicara atau tersenyum.
Berbagai Cara Mengurangi Dampak Karang Gigi
Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut
Langkah awal untuk mengurangi dampak karang gigi adalah menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara rutin dan benar. Penggunaan benang gigi juga membantu membersihkan sisa makanan di sela sela gigi.
Mengatur Pola Makan
Mengurangi konsumsi makanan manis dan lengket dapat membantu memperlambat pembentukan plak. Minum air putih yang cukup juga membantu membersihkan sisa makanan di mulut secara alami.
Rutin Kontrol ke Dokter Gigi
Pemeriksaan rutin ke klinik gigi atau dental care terdekat membantu mendeteksi karang gigi sejak dini. Dengan pemeriksaan berkala, dokter bisa memberikan saran perawatan yang sesuai sebelum masalah menjadi lebih serius.
Scaling Gigi
Jika karang gigi sudah menumpuk dan mengeras, menyikat gigi saja tidak cukup. Scaling gigi menjadi solusi yang paling efektif untuk membersihkan karang gigi secara menyeluruh. Prosedur ini dilakukan dengan alat khusus oleh dokter gigi dan aman untuk gigi serta gusi.
Karang gigi bukan sekadar masalah estetika. Dampaknya bisa berupa bau mulut, gusi berdarah, penyakit gusi, hingga risiko gigi goyang dan tanggal. Meski ada berbagai cara untuk mengurangi dampaknya, karang gigi yang sudah mengeras tetap memerlukan tindakan profesional.
Jika kamu mencari klinik gigi Surabaya atau layanan scaling gigi Surabaya dan scaling gigi Bali yang aman dan ramah keluarga, Dentaland siap membantu. Dentaland adalah klinik gigi anak dan keluarga dengan berbagai cabang di Surabaya dan Bali, dilengkapi dokter berpengalaman serta fasilitas modern untuk perawatan scaling gigi yang nyaman dan terpercaya.








UNICCM School menjalankan Kurikulum Merdeka sebagai fondasi belajar. Materi disiapkan secara bertahap. Pendekatan ini membantu perkembangan belajar peserta didik.